Kali ini saya akan mencoba mengulas tentang beberapa dari penjelasan Sistem Operasi dan perkembangannya, antara lain:
1. Sistem Operasi Linux
2. Sistem Operasi Macintosh
3. Sistem Operasi Mandrake Linux
4. Sistem Operasi MenuetOS
5. Sistem operasi Minix
6. Sistem Operasi MorphOS
7. Sistem Operasi MS-Dos
8. Sistem Operasi MVS
9. Sistem Operasi NetBSD
10. Sistem Operasi Netware
11. Sistem Operasi AIX (Advanced Interactive eXecutive)
12. Sistem Operasi AmigaOS
13. AtheOS Operating System
14. CP/M (Control Program/Monitor)
15. Sistem Operasi Darwin
16. Debian Linux
1. Sistem Operasi Linux
Linux
adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix.
Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak
bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan
sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat
dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh
siapapun.
Nama "Linux" berasal dari nama kernelnya (kernel
Linux), yang dibuat tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Sistemnya,
peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistem operasi
GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU
adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.
Linux
telah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh
perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Dell, Hewlett-Packard,
IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux
digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis perangkat
keras komputer, termasuk komputer desktop, superkomputer, dan sistem
benam seperti pembaca buku elektronik, sistem permainan video
(PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox), telepon genggam dan router.
Para
pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan Linux dikarenakan
Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya
operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan
versi UNIX tak bebas, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang
tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti Microsoft
Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model
pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).
Sistem
operasi Linux yang dikenal dengan istilah distribusi Linux (Linux
distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk
perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa
pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) (seperti
GNOME dan KDE), dan paket aplikasi perkantoran (office suite) seperti
OpenOffice.org, KOffice, Abiword, dan Gnumeric.
Sejarah Linux
Sistem
operasi Unix dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun 1960-an dan
pertama kali dirilis pada 1970. Faktor ketersediaannya dan
kompatibilitasnya yang tinggi menyebabkannya dapat digunakan, disalin
dan dimodifikasi secara luas oleh institusi-institusi akademis dan pada
pebisnis.
Proyek GNU yang mulai pada 1984 memiliki tujuan untuk
membuat sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan Unix dan lengkap
dan secara total terdiri atas perangkat lunak bebas. Tahun 1985,
Richard Stallman mendirikan Yayasan Perangkat Lunak Bebas dan
mengembangkan Lisensi Publik Umum GNU (GNU General Public License atau
GNU GPL). Kebanyakan program yang dibutuhkan oleh sebuah sistem operasi
(seperti pustaka, kompiler, penyunting teks, shell Unix dan sistem
jendela) diselesaikan pada awal tahun 1990-an, walaupun elemen-elemen
tingkat rendah seperti device driver, jurik dan kernel masih belum
selesai pada saat itu. Linus Torvalds pernah berkata bahwa jika kernel
GNU sudah tersedia pada saat itu (1991), dia tidak akan memutuskan
untuk menulis versinya sendiri.
Disain Linux
Linux
merupakan sistem operasi bertipe Unix modular. Linux memiliki banyak
disain yang berasal dari disain dasar Unix yang dikembangkan dalam
kurun waktu 1970-an hingga 1980-an. Linux menggunakan sebuah kernel
monolitik, kernel Linux yang menangani kontrol proses, jaringan,
periferal dan pengaksesan sistem berkas. Device driver telah
terintegrasi ke dalam kernel.
Banyak fungsi-fungsi tingkat
tinggi di Linux ditangani oleh proyek-proyek terpisah yang berintegrasi
dengan kernel. Userland GNU merupakan sebuah bagian penting dari sistem
Linux yang menyediakan shell dan peralatan-peralatan yang menangani
banyak fungsi-fungsi dasar sistem operasi. Di atas kernel,
peralatan-peralatan ini membentuk sebuah sistem Linux lengkap dengan
sebuah antarmuka pengguna grafis yang dapat digunakan, umumnya berjalan
di atas X Window System.
Antarmuka pengguna
Linux
dapat dikendalikan oleh satu atau lebih antarmuka baris perintah
(command line interface atau CLI) berbasis teks, antarmuka pengguna
grafis (graphical user interface atau GUI, yang umumnya merupakan
konfigurasi bawaan untuk versi desktop).
Pada komputer meja,
GNOME, KDE dan Xfce merupakan antarmuka pengguna yang paling populer,
walaupun terdapat sejumlah varian antarmuka pengguna. Antarmuka
pengguna yang paling populer berjalan di atas X Window System (X), yang
menyediakan transparansi jaringan yang memperolehkan sebuah aplikasi
grafis berjalan di atas satu mesin tetapi ditampilkan dan dikontrol di
mesin yang lain.
GUI yang lain memiliki X window manager seperti
FVWM, Enlightenment, Fluxbox dan Window Maker. Manajer jendela
menyediakan kontrol untuk penempatan dan penampilan dari
jendela-jendela aplikasi individual serta interaksi dengan sistem
jendela X.
Sebuah sistem Linux umumnya menyediakan sebuah
antarmuka baris perintah lewat sebuah shell, yang merupakan cara
tradisional untuk berinteraksi dengan sebuah sistem Unix. Sebuah distro
Linux yang dikhususkan untuk lingkungan peladen mungkin hanya memiliki
CLI sebagai satu-satunya antarmuka. Sebuah sistem yang tidak memiliki
monitor hanya dapat dikontrol melalui baris perintah lewat protokol
seperti SSH atau telnet.
Kebanyakan komponen tingkat rendah
Linux, termasuk GNU Userland, menggunakan CLI secara ekslusif. CLI
cocok untuk digunakan pada lingkungan otomasi tugas-tugas yang
repetitif atau tertunda, dan menyediakan komunikasi inter-proses yang
sangat sederhana. Sebuah program emulator terminal grafis sering
digunakan untuk mengakses CLI dari sebuah Linux desktop.
Pengembangan
Sebuah
ringkasan sejarah sistem operasi-sistem operasi bertipe Unix
menunjukkan asal usul Linux. Perhatikan walaupun memiliki konsep dan
disain arsitektur yang sama, Linux tidak memiliki kode sumber yang
tidak bebas seperti halnya Unix atau Minix.Perbedaan utama antara Linux
dan sistem operasi populer lainnya terletak pada kernel Linux dan
komponen-komponennya yang bebas dan terbuka. Linux bukan satu-satunya
sistem operasi dalam kategori tersebut, walaupun demikian Linux adalah
contoh terbaik dan terbanyak digunakan. Beberapa lisensi perangkat
lunak bebas dan sumber terbuka berdasarkan prinsip-prinsip copyleft,
sebuah konsep yang menganut prinsip: karya yang dihasilkan dari bagian
copyleft harus juga merupakan copyleft. Lisensi perangkat lunak bebas
yang paling umum, GNU GPL, adalah sebuah bentuk copyleft, dan digunakan
oleh kernel Linux dan komponen-komponen dari proyek GNU.
Sistem
Linux berkaitan erat dengan standar-standar POSIX, SUS, ISO dan ANSI.
Akan tetapi, baru distribusi Linux-FT saja yang mendapatkan sertifikasi
POSIX.1.
Proyek-proyek perangkat lunak bebas, walaupun
dikembangkan dalam bentuk kolaborasi, sering dirilis secara terpisah.
Akan tetapi, dikarenakan lisensi-lisensi perangkat lunak bebas secara
eksplisit mengijinkan distribusi ulang, terdapat proyek-proyek yang
bertujuan untuk mengumpulkan perangkat lunak-perangkat lunak tersebut
dan menjadikannya tersedia dalam waktu bersamaan dalam suatu bentuk
yang dinamakan distribusi Linux.
Sebuah distribusi Linux, yang
umum disebut dengan "distro", adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk
mengatur sebuah kumpulan perangkat lunak berbasis Linux dan
memfasilitasi instalasi dari sebuah sistem operasi Linux.
Distribusi-distribusi Linux ditangani oleh individu, tim, organisasi
sukarelawan dan entitas komersial. Distribusi Linux memiliki perangkat
lunak sistem dan aplikasi dalam bentuk paket-paket dan perangkat lunak
yang spesifik dirancang untuk instalasi dan konfigurasi sistem.
Perangkat lunak tersebut juga bertanggung jawab dalam pemutakhiran
paket. Sebuah Distribusi Linux bertanggung jawab atas konfigurasi
bawaan, sistem keamanan dan integrasi secara umum dari paket-paket
perangkat lunak sistem Linux.
Komunitas
Sebuah
sesi baris perintah menggunakan bash.Linux dikendalikan oleh pengembang
dan komunitas penggunanya. Beberapa vendor mengembangkan dan mendanai
distribusi mereka sendiri dengan dasar kesukarelaan. Debian merupakan
contoh yang bagus. Yang lain memiliki versi komunitas dari versi
komersialnya seperti yang Red Hat lakukan dengan Fedora.
Di
banyak kota dan wilayah, asosiasi lokal yang dikenal dengan nama
Kelompok Pengguna Linux (Linux Users Group atau LUG) mempromosikan
Linux dengan mengadakan pertemuan, demonstrasi, pelatihan, dukungan
teknis dan instalasi sistem operasi Linux secara gratis. Ada banyak
juga komunitas Internet yang menyediakan dukungan terhadap pengembang
dan pengguna Linux. Banyak proyek distribusi dan perangkat lunak sumber
terbuka yang memiliki ruang percakapan IRC atau newsgroup. Forum daring
merupakan bentuk lain untuk mendapatkan dukungan, contoh:
LinuxQuestions.org dan forum Gentoo. Distribusi Linux memiliki dengan
pembagian topik seperti penggunaan atau pengembangan.
Ada
beberapa situs web teknologi yang berfokuskan kepada Linux. Linux
Weekly News adalah sebuah cernaan mingguan dari berita-berita yang
berkaitan dengan Linux. Sementara itu Linux Journal merupakan majalah
Linux daring yang dirilis setiap bulan. Slashdot adalah situs web
berita yang berhubungan dengan teknologi yang memiliki banyak berita
tentang Linux dan perangkat lunak bebas. Groklaw memiliki berita
mendalam tentang kemajuan Linux dan memiliki banyak artikel yang
berhubungan dengan kernel Linux serta hubungannya dengan GNU dalam
proyek GNU. Majalah Linux cetakan umumnya memiliki cakram sampul yang
memuat perangkat lunak atau bahkan distribusi Linux lengkap.
Walaupun
Linux secara umum tersedia secara gratis, beberapa perusahaan besar
menjalani model bisnis yang terdiri dari penjualan, dukungan dan
kontribusi terhadap Linux dan perangkat lunak bebas; ini termasuk Dell,
IBM, HP, Sun Microsystems, Novell, dan Red Hat. Lisensi perangkat lunak
bebas di mana digunakan Linux secara eksplisit mengakomodasi
komersialisasi; hubungan antara Linux dan vendor-vendor individual
dapat dilihat sebagai suatu simbiosis. Satu model bisnis yang umum dari
pemasok komersial yaitu dengan mengenakan biaya atas dukungan khususnya
terhadap pengguna-pengguna kalangan bisnis. Sejumlah perusahaan
menawarkan versi bisnis dari distribusi Linux mereka, antara lain
berupa dukungan atas paket-paket tak bebas dan alat bantu untuk
mengatur sejumlah besar instalasi atau untuk memudahkan tugas-tugas
administratif. Model bisnis yang lain adalah dengan memberikan
perangkat lunak secara gratis untuk penjualan perangkat keras.
Pemrograman di Linux
Kebanyakan
distribusi Linux mendukung banyak bahasa pemrograman. Koleksi peralatan
untuk membangun aplikasi dan program-program sistem operasi yang umum
terdapat di dalam GNU toolchain, yang terdiri atas GNU Compiler
Collection (GCC) dan GNU build system. GCC menyediakan kompilator untuk
Ada, C, C++, Java, gambas dan Fortran. Kernel Linux sendiri ditulis
untuk dapat dikompilasi oleh GCC. Kompilator tak bebas (proprietary)
untuk Linux antara lain adalah Intel C++ Compiler dan IBM XL C/C++
Compiler.
Kebanyakan distribusi juga memiliki dukungan untuk
Perl, Ruby, Python dan bahasa pemrograman dinamis lainnya. Contoh
bahasa pemrograman yang tidak umum tetapi tetap mendapat dukungan di
Linux antara lain adalah C# dengan proyek Mono yang disponsori oleh
Novell, dan Scheme. Sejumlah Java Virtual Machine dan peralatan
pengembang jalan di Linux termasuk Sun Microsystems JVM (HotSpot), dan
J2SE RE IBM, serta proyek-proyek sumber terbuka lainnya seperti Kaffe.
Dua kerangka kerja utama untuk pengembangan aplikasi grafis di Linux
adalah GNOME dan KDE. Proyek-proyek ini berbasiskan GTK+ dan Qt.
Keduanya mendukung beragam bahasa pemrograman. Untuk Integrated
development environment terdapat Anjuta, Code::Blocks, Eclipse,
KDevelop, Lazarus, MonoDevelop, NetBeans, dan Omnis Studio, sedangkan
penyunting teks yang telah lama tersedia adalah Vim dan Emacs.
Penggunaan
Sebagian
besar distribusi Linux didisain untuk penggunaan umum di komputer meja
dan peladen, tetapi terdapat distribusi yang dikhususkan untuk tujuan
dan lingkungan yang berbeda yang tergantung kepada dukungan arsitektur
komputer, sistem benam, stabilitas, keamanan, lokalisasi ke wilayah
atau bahasa tertentu, kelompok pengguna tertentu, dukungan aplikasi
waktu nyata, atau lingkungan desktop tertentu. Beberapa distribusi
bahkan mengikutkan hanya perangkat lunak bebas. Sekarang ini ada
sekitar tiga ratus distribusi yang secara aktif dikembangkan, dengan
sekitar selusin distribusi yang menjadi terpopuler untuk penggunaan
secara umum.
Linux adalah sistem operasi yang di-porting secara
luas. Kernel Linux awalnya didisain hanya untuk mikroprosesor Intel
80386, sekarang kernel Linux telah jalan di beragam arsitektur komputer
antara lain di perangkat hand-held iPAQ berbasis ARM, komputer
mainframe IBM System z9, dari peralatan berupa telepon bergerak hingga
superkomputer. Terdapat distribusi yang dikhususkan untuk sejumlah
kecil arsitektur. Fork kernel ELKS dapat dijalankan di mikroprosesor
16-bit Intel 8086 atau Intel 80286, sementara fork kernel µClinux dapat
dijalankan di atas sistem yang tidak memiliki sebuah unit manajemen
memori.
Komputer meja
Walaupun masih
terdapat kekurangan dalam hal porting Linux untuk beberapa perangkat
lunak Mac OS X dan Microsoft Windows untuk domain seperti desktop
publishing dan audio profesional, aplikasi yang secara kasar sama
dengan aplikasi-aplikasi untuk Mac dan Windows tersebut tersedia di
Linux.
Kebanyakan distribusi Linux menyediakan sebuah program
untuk melihat daftar ribuan perangkat lunak bebas yang telah diuji dan
dikonfigurasi untuk sebuah distribusi yang spesifik. Program-program
bebas ini dapat diunduh dan diinstal dengan satu klik tetikus dan
sebuah tanda tangan digital menjamin bahwa tidak ada seorangpun yang
menambahkan virus atau spyware ke program-program tersebut.
Banyak
perangkat lunak bebas yang populer di Windows seperti Pidgin, Mozilla
Firefox, Openoffice.org dan GIMP. Jumlah perangkat lunak berbayar di
Linux juga semakin bertambah seperti Adobe Flash Player, Acrobat
Reader, Matlab, Nero Burning ROM, Opera, RealPlayer, dan Skype. Dalam
animasi dan efek visual, terdapat juga perangkat lunak di Linux seperti
halnya Windows seperti AutoDesk Maya, Softimage XSI dan Apple Shake.
CrossOver merupakan perangkat lunak berbayar berbasis proyek sumber
terbuka Wine yang dapat menjalankan versi lama dari Microsoft Office
dan Adobe Photoshop. Microsoft Office 2007 dan Adobe Photoshop CS3
diketahui dapat dijalankan
Hak cipta dan Merek Dagang
Linux
kernel dan kebanyakan perangkat lunak GNU menggunakan GNU General
Public License (GPL) sebagai basis lisensinya. GPL mengharuskan
siapapun yang mendistribusikan kernel linux harus membuat kode sumber
(dan semua modifikasi atas itu) tersedia bagi pengguna dengan kriteria
yang sama. Tahun 1997, Linus Torvald menyatakan, “Menjadikan Linux
berbasis GPL sungguh merupakan hal terbaik yang pernah saya lakukan.”
Komponen penting lain dalam sistem Linux diijinkan menggunakan lisensi
selain dari GPL; banyak pustaka menggunakan GNU Lesser General Public
License (LGPL), varian GPL yang lebih moderat, dan sistem X Window
System menggunakan MIT License.
Linus Torvald telah menyatakan
ke khayalak umum bahwa ia tidak akan memindahkan lisensi kernel Linux
yang saat ini menggunakan GPL versi 2 ke GPL versi 3, yang ditembangkan
pada pertengahan tahun 2007, dengan alasan beberapa ketentuan yang
terdapat pada lisensi baru tersebut melarang penggunaan perangkat lunak
dalam manajemen hak digital (Inggris: Digital rights management).
Penelitian
yang dilakukan pada tahun 2001 terhadap Red Hat Linux 7.1 menemukan
bahwa distro perangkat lunak tersebut terdiri atas 30 juta baris kode.
Dengan menggunakan algoritma model biaya konstruktif
(Inggris:Constructive Cost Model), penelitian itu memperkirakan bahwa
distro tersebut membutuhkan waktu kira-kira delapan ribu tahun kerja
untuk mengembangkannya. Menurut penelitian tersebut, jika semua elemen
dari perangkat lunak tersebut dikembangkan dengan cara konvensional
dalam artian sebagai perangkat lunak tertutup, pengembangan distro
tersebut akan menelan biaya sebesar 1,08 miliar dolar (basis nilai
tukar dolar tahun 2000) untuk dikembangkan di Amerika Serikat.
Kebanyakan
dari kode (71%) ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman C, namun
banyak bahasa lainnya juga ikut terlibat seperti C++, Assembly, Perl,
Python, Fortran, dan berbagai bahasa skrip lain. Lebih dari separuh
dari seluruh kode dilisensikan di bawah naungan GPL. Kernel linux itu
sendiri terdiri atas 2,4 juta baris kode, atau sekitar 8% dari total
keseluruhan.
Penelitian lainnya menghasilkan analisis yang sama
terhadap distro Debian GNU/Linux versi 4.0. Distro tersebut terdiri
atas lebih dari 283 juta baris kode, dan penelitian tersebut
memperkirakan biaya pengembangan yang dibutuhkan sebesar 5,4 miliar
euro jika dikembangkan sebagai perangkat linak tertutup.
Di
Amerika Serikat, Linux merupakan merek dagang (SN: 1916230) yang
dimiliki oleh Linus Torvalds. Linux terdaftar sebagai "Program sistem
operasi komputer bagi penggunaan komputer dan operasi". Merek dagang
ini didaftarkan setelah ada suatu kejadian di mana seorang pemalsu
bernama William R Della Croce Jr mulai mengirim surat kepada para
distributor Linux dan megklaim trademark Linux adalah hakmiliknya serta
meminta royalti sebanyak 10% dari mereka. Para distributor Linux mulai
mendorong agar trademark yang asli diberikan kepada Linus Torvalds.
Pemberian lisensi trademark Linux sekarang dibawah pengawasan Linux
Mark Institute.
Distribusi Linux
Terdapat
banyak distribusi Linux (lebih dikenali sebagai distro) yang dibuat
oleh individu, grup, atau lembaga lain. Masing-masing disertakan dengan
program sistem dan program aplikasi tambahan, di samping menyertakan
suatu program yang memasang keseluruhan sistem di komputer (installer
program).
Inti di setiap distribusi Linux adalah kernel, koleksi
program dari proyek GNU (atau proyek lain), cangkang (shell), dan
aturcara utilitas seperti pustaka (libraries), kompilator, dan
penyunting (editor). Kebanyakan sistem juga menyertakan aturcara dan
utilitas yang bukan-GNU. Bagaimanapun, utilitas tersebut dapat
dipisahkan dan sistem ala UNIX masih tersedia. Beberapa contoh adalah
aturcara dan utiliti dari BSD dan sistem grafik-X (X-Window System). X
menyediakan antarmuka grafis (GUI) yang umum untuk Linux.
Contoh-contoh distribusi Linux :
Ubuntu
dan derivatifnya : Ubuntu Muslim Edition Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu,
GoBuntu, SuSE, Fedora, Mandriva, Slackware, Debian, PCLinuxOS, Knoppix,
Xandros.
Aplikasi Sistem Operasi Linux
Pengguna
Linux, yang pada umumnya memasang dan melakukan sendiri konfigurasi
terhadap sistem, lebih cenderung mengerti teknologi dibanding pengguna
Microsoft Windows atau Mac OS. Mereka sering disebut hacker atau geek.
Namun stereotipe ini semakin berkurang dengan peningkatan sifat
ramah-pengguna Linux dan makin luasnya pengguna distribusi. Linux telah
membuat pencapaian yang cukup baik dalam pasaran komputer server dan
komputer tujuan khusus, seperti mesin render gambar dan server web.
Linux juga mulai populer dalam pasaran komputer desktop.
Linux
merupakan asas kepada kombinasi program-server LAMP, kependekan dari
Linux, Apache, MySQL, Perl/PHP/Python. LAMP telah mencapai popularitas
yang luas di kalangan pengembang Web.
Linux juga sering
digunakan sebagai sistem operasi embeded. Biaya pengadaan Linux yang
murah memungkinkan penggunaannya dalam peralatan seperti simputer,
yaitu komputer berbiaya rendah yang ditujukan pada penduduk
berpendapatan rendah di Negara-negara berkembang.
Dengan
lingkungan desktop seperti KDE dan GNOME, Linux menawarkan antarmuka
pengguna yang lebih menyerupai Apple Macintosh atau Microsoft Windows
daripada antarmuka baris teks seperti Unix. Oleh karena itu, lebih
banyak program grafik dapat ditemui pada Linux yang menawarkan berbagai
fungsi yang ada pada utilitas komersil.
Pasar serta kemudahan pemakaian
Saat
ini, linux yang pada awalnya hanya merupakan sistem operasi yang
digunakan oleh peminat komputer, telah menjadi sistem yang lebih mudah
digunakan (user-friendly), dilengkapi dengan antarmuka grafis dan
ketersediaan berbagai macam aplikasi yang lebih mirip dengan sistem
operasi lainnya, daripada hanya sebatas baris perintah Unix. Namun
kesan ini telah menimbulkan banyak kritikan, termasuk dari pendukung
Linux. Mereka berpendapat bahwa Linux dan proyek program bebas masih
belum mencapai faktor "kemudahanan dalam pemakaian" yang memuaskan.
Persoalan tentang kemudahan Linux dibanding Windows atau Macintosh
masih menjadi isu perdebatan yang hangat. Pasaran Linux pada segmen
komputer meja masih lebih kecil namun semakin berkembang. Menurut
Lembaga Penyelidikan Pasaran IDC, besar pasaran Linux pada tahun 2002
adalah 25% pada segmen server, dan 2.8% pada segmen pasar Komputer
pribadi.
Bagi mereka yang terbiasa menggunakan Windows atau
Macintosh, Linux mungkin terasa lebih sukar, hal ini disebabkan karena
perbedaan dalam melakukan berbagai kerja komputer. Dan lagi, pengguna
perlu mengganti program yang sering mereka gunakan dengan program lain
sebagai pengganti bila program tersebut tidak didapati dalam Linux
(atau pilihan yang agak terbatas, misalnya permainan komputer). Faktor
lain adalah sifat keraguraguan pengguna untuk melepaskan sistem operasi
mereka yang biasa mereka pergunakan (banyak pengguna masih menggunakan
Windows). Selain itu, kebanyakan komputer baru telah dilengkapi dengan
sistem operasi Windows siap pakai (preinstalled). Faktor-faktor ini
menyebabkan perkembangan Linux yang agak lambat.
Walau
bagaimanapun, kelebihan Linux seperti biaya rendah, sekuritas yang
lebih aman, dan tidak bergantung pada vendor, telah meningkatkan
penggunaan yang luas di kalangan korporasi dan perkantoran. Dalam
situasi ini, halangan yang disebut di atas dapat dikurangi karena hanya
aplikasi/utiliti yang terbatas digunakan, serta administrasi dan
konfigurasi komputer (administration) dikendalikan oleh sekumpulan
pekerja pakar IT yang sedikit.
Terdapat berbagai kajian yang
dilakukan terbatas biaya serta kemudahanan Linux. Relevantive (sebuah
lembaga berpusat di Berlin, yang mengkhususkan diri dalam riset lembaga
tentang kemudahan program, serta servis web) telah membuat kesimpulan
bahawa ke-dapatpakai-an Linux dalam pekerjaan dengan menggunakan
komputer meja adalah hampir sama dengan Windows XP. Bagaimanapun,
kajian oleh IDC (yang dibiayai oleh Microsoft) mengklaim bahwa Linux
mempunyai biaya pemilikan (Total Cost of Ownership) yang lebih tinggi
dibanding Windows.
Linux juga sering dikritik karena jadwal
penembangannya yang tidak dapat diduga. Secara langsung, menyebabkan
minat penggunaan linux pada lapisan pengguna Enterprise lebih kecil
dibandingkan sistem operasi lain (Sumber:Marcinkowski, 2003). Disamping
itu, ragam pilihan distribusi Linux yang cukup banyak juga dikatakan
membingungkan konsumer, dan vendor program.
Instalasi
Proses
instalasi Linux yang sukar seringkali menjadi penghalang bagi pengguna
baru, namun proses ini sekarang sudah menjadi lebih mudah. Dengan
penerimaan Linux oleh beberapa pabrikan komputer pribadi besar,
komputer terpasang (built up) dengan distribusi Linux siap pakai saat
ini banyak tersedia. Selain itu, terdapat juga distribusi Linux yang
dapat dijalankan (boot) secara langsung dari cakram optik (CD) tanpa
perlu diinstalasi ke cakram keras (hard disk); hal ini dikenal dengan
istilah Live CD. Contoh distribusi dalam bentuk Live CD adalah
Knoppix/Gnoppix, Kubuntu/Ubuntu dan Gentoo. Saat ini hampir semua
distribusi Linux menyediakan versi Live CD untuk produknya. ISO image
untuk cakram optik untuk distribusi Linux tersebut biasanya dapat
diunduh dari Internet, dibakar ke CD, dan selanjutnya dapat digunakan
sebagai CD yang siap untuk proses boot.
Instalasi Linux juga
merupakan instalasi berupa suite, yaitu dimana penginstalasian tersebut
secara otomatis menginstalasi program-program standar, seperti pemutar
MP3, Office Suite, dan pengolah gambar.
Konfigurasi
Konfigurasi
setelan Linux dan aplikasi di atasnya banyak yang dilakukan lewat
berkas teks di direktori /etc. Pada perkembangan selanjutnya, utilitas
seperti Linuxconf dan GNOME System Tools memudahkan pekerjaan ini lewat
antarmuka grafik. Kendati demikian, baris perintah (command line) tetap
merupakan cara yang paling umum digunakan.
Dukungan
Dukungan
bagi Linux biasanya didapatkan melalui peer(dalam konteks ini maksudnya
kelompok pengguna linux/KPLI) - pengguna Linux lain di dalam forum
internet, IRC, newsgroup dan mailing list. Kelompok Pengguna Linux
(LUG, Linux User Group) telah didirikan di seluruh dunia untuk membantu
pengguna lokal, pengguna baru, dan pengguna berpengalaman. Di Indonesia
kelompok ini tergabung dalam KPLI daerah seperti KPLI Jakarta, KPLI
Bandung, KPLI Jogja dan masih banyak lainnya. Bantuan termasuk
instalasi, penggunaan, pengadaan serta menggalakkan pengembangan sistem
Linux.
Dukungan resmi Linux di Indonesia dapat diperoleh di
Linux User Group (LUG) Indonesia atau http://www.lugi.or.id atau
http://www.infolinux.or.id
Dukungan komersil bagi distribusi
Linux secara umum menggunakan model bisnis dengan menyediakan dukungan
teknis. Dukungan pihak ketiga juga sudah tersedia.
Skala Usaha Pembangunan Linux
Sebuah
studi (More Than a Gigabuck: Estimating GNU/Linux's Size) Terhadap Red
Hat Linux 7.1 menemukan bahwa distribusi ini berisi 30 juta baris kode
sumber (‘’source lines of code (SLOC)’’). Menggunakan model biaya
COCOMO studi ini menunjukan bahwa distribusi ini memerlukan waktu
pengembangan sebanyak 8000 tahun, apabila software ini di kembangkan
dengan cara proprietary konvensional. Dan akan menghabiskan sekitar
1.08 miliar dolar (dolar tahun 2000) untuk dikembangkan di Amerika
Serikat.
Mayoritas dari kode (71%) ditulis dalam C, namun banyak
bahasa lain digunakan, termasuk C++ shell scripts, Lisp, assembly
language, Perl, Fortran dan Python.
Sekitar setengah dari kodenya di lisensikan di bawah GPL.
Kernel
Linux mengandung 2.4 juta baris kode, atau sekitar 8% dari total kode
yang dipakai dalam sebuah distribusi/distro. Hal ini menunjukan bahwa
mayoritas dari distribusi Linux terdiri dari kode yang tidak terkandung
dalam Kernel Linux.
"GNU/Linux"
GNU adalah singkatan dari GNU's Not Unix.
Disebabkan
utiliti-utiliti dari proyek sistem operasi bebas GNU - tanpa ini sistem
Linux tidak akan menyerupai sistem Unix dalam perspektif pengguna -
Richard Stallman dari GNU/FSF memohon agar kombinasi sistem (proyek GNU
dan kernel Linux), disebut sebagai "GNU/Linux". Pengguna distribusi
Linux dari proyek Debian lebih cenderung menggunakan nama tersebut.
Kebanyakan pengguna lebih mudah menggunakan istilah "Linux".
Tindakan Undang-undang (Litigasi)
Artikel
utama: SCO Vs IBM Pada bulan Maret 2003, Grup SCO (SCOG - SCO Group)
telah mengeluarkan gugatan terhadap IBM yang mengklaim bahwa IBM telah
memasukkan sebagin besar dari bahan intelektual milik SCOG (kode
sumber) ke dalam kernel Linux, di mana hal ini merupakan pelanggaran
terhadap lisensi IBM untuk menggunakan UNIX. Disebutkan bahwa lisensi
tersebut dipegang oleh Kelompok SCO. Tambahan lagi, Kelompok SCO juga
telah mengirim surat kepada beberapa lembaga dan memberi ancaman
tentang penggunaan Linux tanpa lisensi dari kelompok SCO akan menerima
tindakan dari mereka. Kelompok SCO juga mengeluarkan pernyataan pada
media massa bahwa mereka akan menggugat pengguna Linux selanjutnya.
Kontroversi ini telah mencetus beberapa kecaman oleh Kelompok SCO
terhadap Novell, DaimlerChrysler, dan AutoZone, selain gugatan balik
oleh Red Hat dan pihak lain terhadap SCOG.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Linux
------------------------------------------------------------------------------------------------
2. Sistem Operasi Macintosh
Mac
OS adalah sistem operasi untuk komputer keluaran Apple yang biasa
disebut Mac atau Macintosh. Mac OS merupakan sistem pengoperasian
pertama yang menggunakan antarmuka pengguna grafis(GUI). Sistem operasi
sebelumnya adalah Mac OS X versi 10.4 (Tiger). Kemudian oktober 2007
diluncurkan versi 10.5 (Leopard).
Sejarah
MacOS
ditemukan pada tahun 1984 oleh peneliti Xerox PARC. Tetapi Applel ah
yang mempopulerkan dan belakangan diikuti oleh Microsoft. Apple memang
jelas lebih maju karena hardware dan sistem operasi yang berasal dari
produsen yang sama. Dalam versi awal-awalnya, MacOS telah memiliki
fungsi yang setara dengan Windows '95, baru pihak Microsoft
mengikutinya dengan dikeluarkan Windows '95 yang menyerupai MacOS namun
tidak sama. Tetapi dalam tahun-tahun terakhir ini sistem operasi Apple
secara teknis agak tertinggal. Walaupun selama 15 tahun MacOS juga
mengalami perkembangan yang cukup pesat, tapi beberapa hal pada MacOS
tampak agak kuno dibandingkan dengan pesaing pada platform lainnya.
Versi terakhir yaitu MacOS 8.5.1 memiliki preemptives multithreading,
pengaman memori, sistem file modern (HFS+) dan TCP/IP-Stack yang
matang. MacOS 8.5 juga dilengkapi dengan program "sherlock". Detektif
ini tidak hanya mencari file pada harddisk dan dalam jaringan lokal,
tapi juga dapat beraksi di Internet dan mencari berdasarkan keyword.
Sistem Mac OS terbagi dua jenis yaitu:
- Mac OS "Klasik", sistem yang mula-mula dikeluarkan untuk Mac yang pertama pada tahun 1984 hinggalah Mac OS 9.
- Mac
OS X (huruf "X" itu disebut sepuluh, yaitu nomor Romawi). Mac OS X
memasukkan unsur-unsur BSD Unix, OpenStep, dan Mac OS 9. Sistem tahap
rendah asasnya, Darwin yang berasaskan Unix, merupakan sumber terbuka.
Hardware untuk menjalankan Mac OS
Prosesor
untuk menjalankan Leopard minimum adalah prosesor G4 867 MHz dengan
kekuatan memory minimum 512 MB. Untuk para pemakai G3, mungkin hanya
dapat mengikuti Mac OS hingga versi 10.4 saja (Tiger).
Untuk spesifikasi MacOS 8.5 yaitu RAM : minimal 8 MB, dan kapasitas harddisk : minimal 120 MB.
Kelebihan
Lebih stabil karena menggunakan UNIX
multitasking
Bisa mengenal file format windows
Tampilan yang lebih glossy sehingga bagus untuk graphic design/multimedia
dokumen-dokumen
yang dibuat di Mac bisa dibaca di OS yang lain, dan sebaliknya. Baik
yang formatnya ‘generik’ (misalnya pdf, html, mp3, text) maupun yang
formatnya khusus (misalnya .doc, .xls, .ppt). Asalkan ada program
aplikasi (application) di kedua platform (Mac dan Windows) yang bisa
membaca format tersebut.
Jarang terkena virus
Open sourcecode sehingga Mac OS sulit dibajak
Ada
‘Time Machine’ yang akan bekerja secara otomatis pada background tanpa
mengganggu aplikasi yang dijalankan untuk mem-backup system yang sedang
berjalan dan perubahan-perubahan pada data
Ada program "sherlock“
yang tidak hanya mencari file pada harddisk dan dalam jaringan lokal,
tapi juga dapat beraksi di Internet dan mencari berdasarkan keyword.
Kekurangan
Mahal
Hanya cocok untuk graphic designer
Mac OS tidak dapat digunakan bersama-sama sistem-sistem pengoperasian lain yang tidak menggunakan sistem Mac OS
Mac
tidak bisa dirakit sendiri karena Apple sudah tidak memberi license
buat perusahaan lain untuk membuat hardware yang bisa menggunakan Mac OS
Software di Mac OS tidak begitu lengkap
Kurang cocok untuk aplikasi server dan game.
Sumber: www.smkbatikpwr.net/download/kuliah/presentasi/Presentasi%20SO%20mahasiswa%201/Mac%20OS.ppt
------------------------------------------------------------------------------------------------
3. Sistem Operasi Mandrake Linux
Mandriva
Linux (dahulu dikenal dengan nama Mandrakelinux atau Mandrake Linux)
adalah sistem operasi yang dibuat oleh Mandriva (dahulu dikenal dengan
nama Mandrakesoft). Mandriva Linux menggunakan RPM Package Manager.
Sejarah
Pertama kali dirilis berbasis Redhat Linux (versi 5.1) dan KDE (versi 1.0) pada Juli 2008
Perubahan Nama
Dari
awal hingga versi 8.0, Mandrake menamai produk utamanya dengan Linux
Mandrake. Sedang versi 8.1 sampai 9.2 dinamai Mandrake Linux
Pada
bulan Februari 2004, Mandrakesoft kalah dalam suatu kasus di pengadilan
terhadap Hearst Corporation, pemilik King Features Syndicate. Hearst
menuduh MandrakeSoft melanggar hak cipta karakter King Features bernama
'Mandrake the Magician'. Sebagai tindakan pencegahan, Mandrakesoft
mengganti nama produknya dengan menghilangkan spasi antara merek dan
nama produk serta mengubah huruf pertama dari nama produk menjadi huruf
kecil, sehingga menjadi satu kata. Mulai dari versi 10.0, Mandrake
Linux dikenal sebagai Mandrakelinux, demikian pula logonya.
Pada
bulan April 2005 Mandrakesoft mengakuisisi Conectiva, sebuah perusahaan
Brasil yang menghasilkan distribusi linux berbahasa Portugis (Brasil)
dan Spanyol di Amerika Latin. Akibat akuisisi ini dan sengketa hukum
dengan Hearst Corporation, Mandrakesoft mengumumkan nama perusahaan
menjadi Mandriva, dan bahwa Mandriva Linux akan menjadi nama baru bagi
produk-produknya.
Tabel versi
Tahun Nomor Nama
1998 5.1 Venice
1998 5.2 Leeloo
1999 5.3 Festen
1999 6.0 Venus
1999 6.1 Helios
2000 7.0 Air
2000 7.1 Helium
2000 7.2 Odyssey (disebut Ulysses saat beta)
2001 8.0 Traktopel
2001 8.1 Vitamin
2002 8.2 Bluebird
2002 9.0 Dolphin
2003 9.1 Bamboo
2003 9.2 FiveStar
2004 10.0 Community and Official
2004 10.1 Community
2004 10.1 Official
2005 10.2 Limited Edition 2005
2005 2006.0 Mandriva Linux 2006
2006 2007 Mandriva Linux 2007
2007 2007.1 Mandriva Linux 2007 Spring
2007 2008.0 Mandriva Linux 2008
2008 2008.1 Mandriva Linux 2008 Spring
2008 2009.0 Mandriva Linux 2009
Fitur
Mandriva
Control Center yang memudahkan konfigurasi dari beberapa pengaturan.
Desktop menggunakan KDE atau GNOME sebagai desktop standar, tetapi juga
menyediakan yang lain seperti Xfce dan twm. Kesatuan tema menyediakan
konsistensi antara aplikasi dan lingkungan desktop. Menggunakan paket
manajer disebut urpm.
Live USB dari Mandriva Linux dapat dibuat
secara manual atau dengan UNetbootin. Mandriva menyediakan beberapa
edisi Linux. Beberapa tersedia bebas, sedangkan yang lainnya dijual
secara on-line atau melalui jaringan penjual resmi. Mandriva juga
menyediakan Mandriva Club, yang sampai dengan 4 Juni 2008 adalah gratis
karena layanan pengunduhan telah dibuat sebagai produk terpisah.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Mandriva_Linux
------------------------------------------------------------------------------------------------
4. Sistem Operasi MenuetOS
MenuetOS
is an Operating System in development for the PC written entirely in
32/64 bit assembly language, and released under the License. It
supports 32/64 bit x86 assembly programming for smaller, faster and
less resource hungry applications.
Menuet has no roots within
UNIX or the POSIX standards, nor is it based on any operating system.
The design goal has been to remove the extra layers between different
parts of an OS, which normally complicate programming and create bugs.
Menuet's
application structure is not specifically reserved for asm programming
since the header can be produced with practically any other language.
However, the overall application programming design is intended for
easy 32/64 bit asm programming. Menuet's responsive GUI is easy to
handle with assembly language.
News
- 24.04.2009 M64 DVD player 0.15 available
- 26.03.2009 M64 0.90I released - Picview update from A. Mogyorósi
- 27.02.2009 M64 0.90H released - Improved HTTP client
- 22.01.2009 M64 0.90F released - Picview (png,gif,jpg,..) from A. Mogyorósi
- 29.12.2007 CD available for download
- 12.08.2007 M32 0.85 released
Features
- Pre-emptive multitasking with 1000hz scheduler, multithreading, ring-3 protection
- Responsive GUI with resolutions up to 1280x1024, 16 million colours
- Free-form, transparent and skinnable application windows, drag'n drop
- IDE: Editor/Assembler for applications
- USB 2.0 Hi-speed storage, webcam and printer support
- TCP/IP stack with Loopback & Ethernet drivers
- Email/ftp/http/chess clients and ftp/mp3/http servers
- Hard real-time data fetch
- Fits on a single floppy
Sumber : http://www.menuetos.net/
------------------------------------------------------------------------------------------------
5. Sistem operasi Minix
MINIX,
sebuah sistem bertipe Unix yang ditujukan untuk penggunaan akademis
dirilis oleh Andrew S. Tanenbaum pada tahun 1987. Kode sumber MINIX 1.0
tercantum dalam bukunya Operating Systems: Design and Implementation.
Walaupun dapat secara mudah didapatkan, modifikasi dan pendistribusian
ulang tidak diperbolehkan pada saat itu. Hak cipta dari kode sumbernya
termasuk ke dalam hak cipta dari bukunya yang dipublikasikan oleh
Prentice Hall. Sebagai tambahan, disain versi 16-bit dari MINIX
kemudian tidak secara baik diadaptasikan kepada versi 32-bit dari
arsitektur Intel 386 yang murah dan populer yang digunakan secara luas
di komputer pribadi.
Tahun 1991, Torvalds mulai bekerja untuk
membuat versi non-komersial pengganti MINIX sewaktu ia belajar di
Universitas Helsinki.[9] Hasil kerjaannya itu yang kemudian akan
menjadi kernel Linux.
Pada tahun 1992, Tanembaum menulis sebuah
artikel di Usenet, mengklaim bahwa Linux sudah ketinggalan zaman. Dalam
artikelnya, ia mengkritik Linux sebagai sebuah sistem operasi dengan
rancangan monolitik dan terlalu terpaku dengan arsitektur x86 sehingga
tidak bersifat portable, di mana digambarkannya sebagai sebuah
"kesalahan mendasar".[10] Tanenbaum menyarankan bahwa mereka yang
menginginkan sebuah sistem operasi modern harus melihat kepada sebuah
rancangan yang berdasarkan kepada model mikrokernel. Tulisan tersebut
menekankan tanggung jawab Torvalds yang berujung kepada sebuah debat
tentang rancangan kernel monolitik dan mikrokernel.[10]
Sekarang
ini Linux telah digunakan di berbagai domain, dari sistem benam[11]
sampai superkomputer,[12] dan telah mempunyai posisi yang aman dalam
instalasi server web dengan aplikasi LAMP-nya yang populer.[13]
Pengembangan kernel Linux masih dilanjutkan oleh Torvalds, sementara
Stallman mengepalai Yayasan Perangkat Lunak Bebas yang mendukung
pengembangan komponen GNU. Selain itu, banyak individu dan perusahaan
yang mengembangkan komponen non-GNU. Komunitas Linux menggabungkan dan
mendistribusikan kernel, komponen GNU dan non-GNU dengan perangkat
lunak manajemen paket dalam bentuk distribusi Linux.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Linux
------------------------------------------------------------------------------------------------
6. Sistem Operasi MorphOS
MorphOS
adalah sebuah sistem operasi yang bersifat campuran antara sumber
tertutup dan sumber terbuka, diproduksi untuk komputer berbasis
prosesor Pegasos PowerPC, sebagian besarnya model-model komputer Amiga
yang diperlengkapi akselerator PPC, dan sederetan board pengembangan
Freescale yang menggunakan Genesi Firmware, termasuk di antaranya EFIKA
dan mobileGT. Inti sistem operasi ini didasarkan pada microkernel Quark
(kernel), sumber tertutup, kendati beberapa pustaka dan bagian lainnya
adalah sumber terbuka, misalnya Ambient (antarmuka desktop).
Karakteristik dan versi
Dikembangkan
untuk prosesor PowerPC oleh Freescale dan IBM sambil mendukung
aplikasi-aplikasi asli AmigaOS MC680x0 melalui emulasi
berbasis-penugasan tertutup, dan sebagian besar aplikasi AmigaOS/PPC
melalui pembungkus API. Sistem operasi ini API-kompatibel dengan
AmigaOS 3.1 dan memiliki GUI yang didasarkan pada Magic User Interface.
Di
samping Pegasos versi MorphOS, terdapat sebuah versi "PowerUP" untuk
komputer-komputer Amiga yang dilengkapi kartu akselerator PPC yang
diproduksi oleh Phase5. Versi ini bebas, meskipun mengalami pelambatan
setelah tiap dua jam sesi jika tidak didaftarkan. Pendaftaran tidaklah
berbiaya. Perbaruan terakhir PowerUP MorphOS adalah pada 23 Februari
2006, tetapi tidak melebihi himpunan fitur atau kemajuan rilis Pegasos.
Sebuah
versi MorphOS untuk EFIKA, mainboard yang sangat kecil yang didasarkan
pada prosesor PPC berdaya sangat rendah, MPC5200B PPC dari Freescale,
telah diunjukkan pada pameran-pameran dan penarikan pembeli di Jerman.
Rilis MorphOs terkini (sejak 2.0) mendukung EFIKA.
Komponen
ABox
- sebuah klon PPC AmigaOS API yang komptibel-biner dengan 68k (dengan
modul emulasi JIT, "Trance") dan format PowerUP dan format WarpOS dari
Amiga PPC yang dapat dieksekusi. ABox sebagiannya berbasis pada AROS
Research Operating System AHI - Sistem RTA: 6.7. Ambient desktop -
desktop default MorphOS, terinspirasi oleh Workbench dan Directory Opus
1.43.0 - resmi 2008. CyberGraphX - sistem RTG: 5.1. Magic User
Interface - toolkit GUI primer: 4.0. TinyGL - implementasi OpenGL dan
emulasi Warp3D (RAVE tingkat-rendah API): V 51. Trance JIT - JIT
penerjemah kode untuk aplikasi-aplikasi 68k: v. 51 - Tim Morphos - Juni
2008. Quark - mengelola sistem-sistem tingkat rendah
Status
Sebagai
sebuah projek sumber tertutup, dan tim intinya berfokus kepada
pemrograman, sebagai ganti untuk hubungan masyarakat, mendapatkan
informasi tentang status MorphOS tidaklah mudah. Sebagian besar diskusi
publik berasal dari forum-forum MorphZone.
Sejarah
The
project started in 1999, based on the Quark microkernel. The earliest
versions of MorphOS ran only via PPC accelerator cards on the classic
68K Amiga computers, and required portions of AmigaOS to fully
function. A collaborative effort between the companies bPlan (of which
the lead MorphOS developer is a partner) and Thendic-France in 2002
resulted in the first regular, non-prototype production of
bPlan-engineered Pegasos computers that run MorphOS. A busy promotional
year followed in 2003, with appearances at conventions and exhibitions
in several places around the world, including CES in Las Vegas.
Thendic-France had financial problems and folded, however the
collaboration continued under the new banner of "Genesi".
After
some bitter disagreements within the MorphOS development team in 2003
and 2004 culminating with accusations by a MorphOS developer that he
and others had not been paid, the Ambient desktop system was released
under GPL and is now actively developed by the Ambient development
team. An alternative MorphOS desktop system is Scalos.[5] MorphOS is
currently under development, with the latest Pegasos user release being
2.2 (20 December 2008). There is a user community that supports the OS
as well as a number of developers.
Two past key deficiencies of
MorphOS have been the absences of a bundled native TCP/IP stack and a
web-browser with modern capabilities (most notably, support for
Cascading Style Sheets, or CSS). However the user community is
remedying this through the use of bounties[6] that have so far resulted
in MOSNet, a free TCP/IP stack, and "Sputnik," a port of KHTML browser,
based on S60 WebKit. The first Sputnik version was released on November
11, 2006, and the most recent updated release with MorphOS 2.0. Sputnik
is free.
On April 1, 2008 the MorphOS team announced that
MorphOS 2.0 would be released within Q2/2008. This promise was only
kept by a few seconds, with the release of MorphOS 2.0 occurring on
June 30, 2008 23:59 CET. The new version includes (along other
improvements) the previously-missing native TCP/IP stack, an updated
Sputnik release, AltiVec support, 3D layers for the graphical user
interface, new USB components (including USB 2.0 support), new
screenblankers, and Reggae, a new, modular, streaming multimedia
framework. MorphOS 2.0 also includes support for the EFIKA, Pegasos I
and Pegasos II machines. MorphOS 2.0 is commercially available at a
price of 150 EUR per machine (111,11 EUR as a specicial promotion
within the first two weeks of its release). A fully-functional demo of
MorphOS is available, but without a keyfile, its speed is decreased
significantly after 30 minutes of use.
On September 5, 2008 MorphOS 2.1 was released, fixing numerous bugs and adding support for the EFIKA's audio.
On
December 20, 2008 MorphOS 2.2 was released, fixing numerous bugs,
adding a TrueCrypt-compatible disk encryption suite and several small
items.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/MorphOS