Ketika anda implementasi atau proses maintenance network device maupun security device, tidak jarang (bahkan sering) ketemu dengan masalah yang mengharuskan anda untuk melakukan troubleshooting.
Dalam bahasa kamus, istilah troubleshoot
diartikan sebagai metoda memecahkan masalah dengan cara yang
sistematis. Proses yang sistematis selalu diawali dengan identifikasi
atau diagnosa. Hal lain yang tidak kalah penting adalah Sequence (urutan) dari proses. Proses troubleshoot yang ‘ngacak’ hasilnya pasti tidak maksimal, bisa-bisa ngak menghasilkan solusi alias buang-buang waktu.
Knowledge spesifik tentang proses troubleshoot
tidak diajarkan di kampus maupun tempat-tempat training yang sifatnya
formal. Proses ini lebih banyak menggunakan logika, karena sering dan
terbiasa, juga jangan lupa baca dan pelajari panduan yang ada secara
‘runut’. Runut artinya tidak berdasarkan asumsi-asumsi semata.
Kali ini kita akan bahas tentang istilah ‘Promiscuous Mode’ pada network card.
Apa sih gunanya?
Banyak, banyak banget, misalnya ketika melakukan sniffing paket, password recovery, bahkan stealing informasi pada network yang biasa dilakukan oleh Hacker. Kita tidak akan membahas bagaimana melakukan stealing password, tapi lebih mengarah pada tujuan positif yaitu troubleshoot pada network maupun software.
Promicious Mode pada network card sangat berguna ketika anda melakukan troubleshoot.
Secara harfiah, promiscuous mode
diartikan sebagai kemampuan menerima (dalam hal ini paket) dari sumber
lain yang tidak diminta. Atau dalam bahasa lainnya ‘distributed or
applied without order’
Artinya ketika network card anda terconfigure sebagai promiscuous mode, maka komputer atau labtop anda memiliki kemampuan menerima paket yang tidak hanya ditujukan pada IP Address anda.
Premicious Mode pada Linux/Unix
Enable Mode dengan mengetik perintah:
# sudo ifconfig eth0 promisc
Disable Mode dengan mengetik perintah:
# sudo ifconfig eth0 –promisc
Promiciuous Mode pada Windows
Beberapa informasi pada link berikut akan sangat membantu anda.
Sebagian dari kita mungkin sudah terbiasa menggunakan tool seperti AirSnort, Kismet, Wireshark, tcpdump, IPTraft, Driftnet dan beberapa utility sejenis lainnya. Tapi mungkin ngak semua dari kita paham bahwa tool ini hanya efektif setelah Promiscuous Mode pada network card diaktifkan.